PERENCANAAN PERSONALIA
Makalah Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Manajemen
Disusun
oleh kelompok 4
Nama NPM
AZRA
RAIMOND VAVA 1621030587
BIB
BUROHMAN 1621030464
ROHMA
PERTIWI 1621030570
Dosen Pengampu : Kartika S,M.Pd

Jurusan : Muamalah
( Hukum Ekonomi Syari’ah )
Semester
/ Kelas :
1 / K
FAKULTAS SYARI’AH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
RADEN INTAN LAMPUNG
TAHUN 2016 / 2017
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah
SWT yang maha pengasih lagi maha penyayang , saya panjatkan puji syukur atas
kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada
saya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah berjudul PENYUSUNAN PERSONALIA
ini dengan baik.
Makalah
ini telah saya susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari pihak
tertentu sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Terlepas dari itu
semua, saya menyadari sepenuhnya bahwa makalh ini jauh daru kata sempurna. Oleh
karena itu, dengan tangan terbuka saya menerima segala saran dan kritik dari
pembaca agar saya dapat memperbaiki makalah ini.
Akhir
kata semoga makalah ini bisa bermanfat untuk kita semua. Sekian saya ucapkan
terima kasih.
Bandar
Lampung, 13 Maret 2017
Penyusun
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR.................................................................i
DAFTAR
ISI.............................................................................ii
BAB I PEMBAHASAN
A. Proses
Penyusunan Personalia...................................................1
B. Perencanaan
Sumber Daya Manusia..........................................2
C. Penarikan
dan Seleksi Karyawan...............................................6
D. Latihan
dan Pengembangan Karyawan......................................9
E. Pemberian
Konvensasi kepada Karyawan................................12
BAB
II PENUTUP
A.
KESIMPULAN .........................................................................................15
B.
SARAN......................................................................................................15
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................16
BAB I
PEMBAHASAN
A. PROSES PENYUSUNAN PERSONALIA
Proses
penyusunan personalia (staffing process) dapat dipandang sebagai serangkaian
kegiatan yang dilaksanakan trus menerus untk menjaga pemenuhan kebutuhan
personalia organisasi dengan orang-orang yang tepat dalam posisi-posisi tepat
dan pada waktu yang tepat. Fungsi ini dilaksanakan dalam dua tipe lingkungan
yang berbeda. Pertama, lingkungan eksternal yang meliputi seluruh faktor di
luar organisasi yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhinya. Dan
kedua, lingkungan internal, yang terdiri dari unsur-unsur di dalam organisasi.
Langkah-langkah proses ini mencakup ( lihat gambar 11.1 ) :
1.
Perencanaan sumber daya manusia, yang
dirancang untuk menjamin keajegan dan pemenuhan kebutuhn personalia organisasi.
2.
Penarikan, yang berhubungan dengan
pengadaan calon-calon personalia segaris dengan rencana sumber daya manusia.
3.
Seleksi, mencakup penilaian dan
pemilihan di antara calon-calon personalia.
4.
Pengenalan dan orientasi, yang dirancang
untuk membantu individu-individu yang terpilih menyesuaikan diri dengan lancar
dalam organisasi.
5.
Latihan dan pengembangan, program ini
meningkatkan kemampuan perseorangan dan kelompok untuk mendorong efektifitas
organisasi.
6.
Penilaian pelaksanaan kerja, dilakukan
dengan membandingkan antara pelaksanaan kerja peseorangan dan standar-standar
aau tujuan yang dikembangkan bagi posisi tersebut.
7.
Pemberian balas jasa dan penghargaan,
yang disediakan bagi karyawan sebagai konpensasi pelaksanaan kerja dan sebagai
motivasi bagi pelaksanaan di waktu yang akan datang.
8.
Perencanaan dan pengembangan karier,
yang mencakup transfer (promosi, demosi, atau lateral), penugasan kembali,
pemecatan, pemberhentian, atau pensiun.
B. PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA
Suatu
organisasi tidak dapat menunggu untuk mendapatkan orang-orang yang cakap
seperti organisasi butuhkan untuk mengisi posisi tetentu. Organisasi harus
berusaha untuk merencanakan kebutuhan dimasa yang akan datang dan memutuskan
dimana akan menemukan orang-orang yang tepat untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan
itu. Ini memerlukan perencanaan personalia yang mencakup semua kegiatan yang
dibutuhkan untuk menyediakan tipe dan jumlah karyawan secara tepat dalam
pencapaian tujuan organisasi. Ada tiga bagian perencanaan personalia.
1.
Penentuan jabatan-jabatan yang harus
diisi, kemampuan yang dibutuhkan karyawan untuk melaksanakan pekerjaan
tersebut, dan brapa jumlah karyawan yang dibutuhkan.
2.
Pemahaman pasar tenaga kerja di mana
karyawan potensial ada, dan
3.
Pertimbangan kondisi permintaan dan
penawaran karyawan.
a. Penentuan kebutuhan jabatan
Penyusunan personalia organisasi dimulai dengan
penentuan tujuan-tujuan dan rencana-rencana organisasi. Kemudian organisasi
menentukan spesifikasi jabatan (job spicification)
Penentuan spesifikasi jabatan. Melalui penggunaan
suatu proses yang disebut analisa jabatan (job analysis), perusahaan menentukan
keterampilan-keterampilan, tanggung jawab, pengetahuan, wewenang, lingkungan,
dan antar hubungan yang terlibat dalam setiap jabatan. Hasil analisa jabatan
ini berupa deskripsi jabatan, dan spesifikasi jabatan.
Deskripsi jabatan adalah pernyataan-pernyataan
tertulis yang meliputi tugas-tugas, wewenang, tanggung jawab, dan hubungan lini
9baik ke atas maupun ke bawah). Sedangkan spesifikasi jabatan merupakan
pernyataan-pernyataan tertulis yang menunjukkan kualitas minimum karyawan yang
dapat diterima agar mampu menjalankan suatu jabatan dengan baik. Spesifikasi
jabatan berisi identifikasi jabatan, kondisi-kondisi pekerjaan suatu jabatan,
dan kualifikasi-kualifikasi personalia (atau persyaratan-persyaratan kerja) yang
diperlukan bagi sseorang untuk melaksanakan suatu pekerjaan dengan sukses. Bagi
pekerjaan-pekerjaan rutin dan tingkatan manajemen rendah, sebaiknya juga
dinyatakanstanar maksimum yang dapat diterima untuk mencegah seseorang menjadi
“overqualified) dan muncul ketidakpuasan.
Penentuan tujuan dan rencana.langkah berikutnya
adalah memutuskan kemana organisasi akan berjalan. Apa rencana pelaksanaan
? apa produk-produk baru yang akan
diperkenalkan ? jawaban-jawaban akan mempengaruhi jumlah dan jenis karyawan
yang akan di tarik.
Penentuan kebutuhan personalia keseluruhan,.
Kemudian, harus diputuskan. Jumlah keseluruhan karyawan yang dibutuhkan untuk
melaksanakan suatu pekerjaan, dan berbagai keterampilan serta kemampuan yang
disayaratkan. Oleh sebab itu, kebutuhan personalia perusahaan keseluruhan harus
diperkirakan dalam hal spesialisasi pekerjaan, keterampilan jabatan,
karakteristik personalia dan jumlah karyawan yang dibutuhkan.
Penentuan jumlah personalia sekarang. Setelah jumlah
karyawan dimasa mendatang diketahui, manajement harus melihat jumlah orang yang
telah tersedian dan dapat melaksanakan pekerjaan tersebut.
Penentuan kebutuhan personalia bersih. Perbedaan
(selisih) antara kebutuhan karyawan keseluruhan dan persedian sekarang adalah
kebutuhan bersih akan personalia yang harus dipenuhi melalaui penarikan.
Penetapan program kegiatan. Manajemen dapat mulai
berbagai jenis program kegiatan untuk menarik dan memilih (melakukan seleksi)
para karyawan setelah diketahui jumlah kebutuhan bersih akan karyawan baru.
Suatu program kegiatan mencakup semua fungsi-fungsi personalia yang dibutuhkan
untuk memenuhi kebutuhan personalia dan tujuan perusahaan, termasuk penarikan,
seleksi, pengembangan, pemeliharaan, dan pemberian balas jasa personalia.
b. Pengembangan sumber-sumber
penawaran personalia.
Pada umumnya semakin besar dan banyak sumber-sumber
penaewaran, semakin besar kemungkinan bagi perusahaan untuk menemukan
personalia dengan kualitas yang dibutuhkan. Sebagian besar manajer-manajer
efektif yang menyadari hal ini, mengembangkan dan memelihara berbagai sumber
penawaran yang brbeda. Sebagai contoh jalinan kerjasama antara perusahaan
dengan universitas-universitas dalam penarikan tenaga kerja.
Pada kenyataan ada dua kelompok sumber darimana
karyawan dapat ditarik untuk mengisi suatu jabatan tertentu - dari dalam
organisasi dan dari luar ( lihat gambar 11.2. ). Manajer lebih menyukai untuk
menggunakan sumber internal karena hal ini akan dapat memotivasi personalia
sekarang. Tetapi perusahaan juga memerlukan penemuan orang yang tepat untuk
memenuhi suatu kebutuhan jabatan dari sumber eksternal. Banyak organisasi
menggunakan kombinasi dari kedua sumber yang ada. Sebagai contoh adanya
kemajuan teknologi misalnya komputer. Manajemen dapat menarik oprator dari
dalam perusahaan yang diberi latihan terebih dahulu, dan programmer dari luar
perusahaan. Ada 3 sumber internal, yaitu melalui.
1.
Penataran (upgrading), diman para
karyawan yang memegang posisi sekarang dididik, dilatih, adan dikembangkan
untuk melaksanakan pekerjaan yag lebih baik sesuai permintaan ketentuan keadaan
tertentu.
2.
Pemindahan (transferring) karyawan dari
posisis yang kurang disenangi dalam organisasi ke posisi yang lebih memuaskan
kebutuhannya
Pengangkatan (
promoting ) karyawan dari tingkat jabatan lebih
C.
PENARIKAN
dan SELEKSI KARYAWAN
Requitment ( pengadaan karyawan ) menurut Hardi Handoko
Requitment adalah suatu proses pencarian
dan pengikatan para calon karyawan atau pelamar calon karyawan yang mampu untuk
melamar sebagai karyawan. Proses ini dimulai ketika para pelamar dicari dan berakhir
bila lamaran atau berkas mereka diserahkan dan hasilnya setelah para calon
karyawan di seleksi.
Menurut Musanif
Requitment adalah usaha untuk mendapatkan calon-calon pegawai, guna mendapatkan
sebanyak mungkin calon pelamar yang memenuhi syarat-syarat untuk job
discription dan analisa yang diminta untuk jabatan yang kosong pada suatu
organisasi untuk dipilih calon-calon yang terbaik dan cakap menurut mereka.
a.
Penarikan personalia
Penarikan
( recruitment ) berkenaan dengan pencarian dan penarikan sejumlah karyawan
potensial yang akan diseleksi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan organisasi.
Penarikan menyangkut usaha untuk memperoleh karyawan dalam jumlah yang tepat
dengan kemampuan-kemampuan yang dibutuhkan untuk mengisi jabatan-jabatan yang
tersedia.
Metode-metode yang
digunakan untuk menarik personalia bervariasi dengan perbedaan karyawan, dalam,
industri yang berbeda dan dalam lokasi yang berbeda. Banyak manajer menunggu
secara pasif para pelamar yang datang padanya.banyak manajer yang menggunakan
pendekatan lebih agresif dalam pencarian karyawan potensial. Metode-metode
penarikan yang digunakan meliputi: pengiklanan, leasing (penggunaan tenaga
honorer), rekomendasi dari karyawan yang sedang bekerja ( eksployee referrals
), penarikan lewat lembaga-lembaga pendidikan, kantor penempatan tenaga kerja,
serikat buruh dan penggunaan komputer.
Hambatan-hambatan penarikan
pegawai:
1.
Hambatan kebijakan konpensasi
2.
Kebijakan status
3.
Rencana SDM
4.
Kebijakan promosi standar dari jenjang
ke jenjang
5.
Kondisi pasar tenaga kerja
6.
Kondisi lingkungan eksteren akibat
pengangguran tinggi, perekonomian yang lemah dan tenaga terampil yang langka
7.
Persyaratan jabatan
8.
Kondisi lingkungan
9.
Persyaratan kerja
c.
Seleksi
personalia
Seleksi adalah suatu proses untuk menentukan orang yang
diperkirakan akan berhasil pemangku jabatan itu nanti. Menurut Komaruddin
seleksi adalah pemilihan terhadap pelamar, suatu proses untuk menilai
kemungkinan keberhasilan atau kegagalan seseorang untuk melaksanakan pekerjaannya.
Sedangkan tujuan seleksi menurut Manulang adalah memperoleh tenaga kerja yang
memenuhi syarat dan mempunyai kwalifikasi sebagaimana tercantum di dalam Job
Description. Secara umum ada 3 tujuan seleksi:
1.
Untuk mengetahui kecakapan seorang
pegawai.
2.
Berusaha untuk mendapatkan tenaga kerja
yang cocok denagn pekerjaan yang dipangkunya.
3.
Berusaha untuk mendapatkn tenaga kerja
yang tidak hanya yang cocok pada saat
sekarang, tetapi tenaga kerja yang memilii potensi untuk dikembangkan
dikemudian hari.
Proses seleksi setelah
semua lamaran memenuh syarat dan diterima. Proses ini melibatkan serangkaian
tahap yang menambah komplektivitas sebelum pegawai diambil. Jadi proses seleksi
adalah serangkaian kegiatan yang digunakan untuk memutuskan apakah pelamar
diterima atau tidak. Langkah-langkah ini mencakup pemanduan kebutuhan pelamar
dan organisasi. Dalam banyaknya personalia penarikan dari seleksi digabungkan
dan disebut dengan istilah Ekspoyedment pansel.
Metode seleksi menurut
Manullang, merupakan dasar penyeleksian yaitu:
1.
Keahlian yang mencakup tiga aspek yaitu
teknikal skill, human skill, dan
konseptual skill.
2.
Pengalaman kerja.
3.
Umur.
4.
Jenis kelamin.
5.
Keadaan fisik.
6.
Performance (penampilan).
7.
Bakat.
8.
Temperamen
Langkah-langkah
yang biasa digunakan dalam seleksi
adalah:
1. Wawancara pendahuluan.
2. Pengumpulan data pribadi.
3. Pengujian.
4. Wawancara
yang lebih mendalam.
5. Pemeriksaan
referensi prestasi.
6. Pemeriksaan
kesehatan.
7. Keputusan
pribadi.
8.
Orientasi jabatan.
Ada beberapa faktor yang
cendrung mempengaruhi prestasi karyawan.
Beberapa faktor lain juga berpengaruh dalam kondisi-kondisi tertentu, tetapi
adalah tidak mungkin untuk menyatakan secara tepat semua faktor yang dicari
dalam diri karyawan fotensial. Beberapa faktor tersebut adalah:
1. Latar belakang pribadi,
mencakup pendidikan dan pengalaman kerja, untuk menunjukkan apa yang telah
dilakukan seseorang diwaktu yang lalu.
2. Bakat dan minat (aptitude in
interest), untuk memperkirakan minat dan kapasitas/kemampuan
seseorang.
3. Sikap dan kebutuhan (attitudes and
nieeds), untuk meramalkan tanggung jawab dan wewenang
seseorang.
4. Kemampuan-kemampuan analitis dan
manupulatif, untuk mempelajari kemampuan pemikiran
dan penganalisaan.
5. Keterampilan dan kemampuan teknik,
untuk menilai kemampuandalam pelaksanaan aspek-aspek teknik pekerjaan.
6. Kesehatan, tenaga, dan stamina,
untuk melihat kemampuan fisik seseorang dalam pelaksanaan pekerjaan.
d.
Orientasi
Karyawan Baru
Setelah diseleksi, karyawan
ditempatkan pada suatu pekerjaan dan diperkenalkan dengan organisasi melalui
brbagai bentuk orientasi. Tahap orientasi (kadang-kadan di kenal dengan tahap
induksi) merupakan kegiatan pengenalan dan penyesuaian karyawan baru dengan
organisasi.
Proses orientasi perlu dilakukan
dengan hati-hati dan bijaksana. Proses ini dapat merupakan pengenalan sederhana
dengan para karyawan lama, tetapi juga dapat merupakan proses panjang, yang
meliputi pemberian informasi melalui kebijaksanaan-kebijaksanaan personalia
(kondisi kerja, upah, dan jaminan sosial ), prosedur-prosedur kerja, gambaran
umum sejarah dn sifat perusahaan, dan manfaat-manfaat yang diperoleh karyawan
baru.
D. LATIHAN DANPENGEMBAGAN KARYAWAN
Karyawan baru
biasanya telah memiliki pendidikan dan latihan dasar yang diperlukan. Hal itu
mereka dapat dari suatu sistem pendidikan dan pengalaman yang berbuah kemampuan
dan kecakapan tertentu. Manajer harus memulai dengan kondisi yang sekarang
untuk membuat karyawan lebih produktif. Latihan dan pengembangan karyawan
bertujuan untuk memperbaiki efektifitas kerja untuk mencapai tujuan. Latihan
digunakan untuk memperbaiki penguasaan keterampilan-keterampilan dan teknik
pelaksanaan pekerjaan tertentu. Pengembangan meliputi peningkatan kemampuan,
sikap dan sifat kepribadian. Pengembangan dapat terjadi secara formal atau
informal. Pengembangan karyawan sangat dibutuhkan
bagi individu atau organisasi.
Peningkatan efektivitas kerja dapat dilakukan dengan
latihan (tanning) atau pengembangan (development). Latihan dimaksud untuk
memperbaiki penguasaan keterampilan-keterampilandan teknik-teknik pelaksanaan
pekerjaan tertentu, terperinci dan rutin. Pengembangan mempunyai ruang lingkup
lebih luas dalam pengembangan dan peningkatan kemampuan, sikap dan sifat-sifat
kpribadian.
Pada umumnya, masyarakat yang bertanggung jawab atas
penyediaan karyawan-karyawan potensial dengan pendidikan umum. Kemudian,
organisasi bertanggung jawab atas penyediaan latihan lanjutan untuk pekerjaan-pekerjaan
atau posisi khusus. Pengembangan dapat terjadi secara formal maupun informal.
Pengembangan karyawan sangatlah penting bagi individu maupun organisasi, dan bahkan
bagi negara. Dengan pertumbuhan dan perkembangan organisasi, ,misala karena
kesempatan lingkungan, orang-orang di dalamnya juga harus dikembangkan dan
ditingkatkan. Dalam kenyataannya, organisasi masih selalu harus membayar biaya
pengembangan para karyawannya, walaupun organisasi tidak mempunyai program
latihan formal.
Akibat dari pertumbuhan dan perkembangan organisasi
adalah organisasi harus mengeluarkan biaya pengembangan karyawan, dan juga
harga yang harus dibayar karena pemborosan, pekerjaan yang buruk, keluhan dan
rotasi karyawan. Hasil dari pengembangan adalah meningkatkan kepuasan kerja
karyawan, karyawan menjadi lebih percaya diri, dan juga menjadi nilai tambah
bagi masyarakat dan rekan kerja. Manusia seharusnya tidak boleh berhenti
belajar, karena belajar adalah suatu proses seumur hidup. Maka pengembangan
karyawan harus dinamis dan berkesinambungan.
Metode-metode latihan dan pengembangan pada umumnya
karyawan dikembangkan dengan konsep ‘on the job’ dan ‘of the job’. Metode ‘on
the jo’ yang biasa digunakan, yaitu:
1.
Coaching
(atasan memberi arahan pada bawahan dalam pekerjaan rutin mereka).
2.
Planned
progression (pemindahan karyawan dalam slauran yang
ditentukan melalui tingkatan organisasi yang berbeda).
3.
Rotasi
jabatan ( pemindahan karyawan melalui jabatan-jabatan yang
bervariasi).
4.
Penugasan
sementara (bawahan ditetapkan pada posisi manajemen tertentu
dengan jangka waktu yang ditetapkan).
5.
Sistem penilaian prestasi formal.
Banyak perusahaan besar memperoleh manfaat dengan program
pengembangan ‘off the job’ dilakukan dengan cara:
1.
Program-program pengembangan ekslusif (
para manajer berpartisipasi dalam program yang dibuka untuk umum melalui pe nggunaan analisa kasus,simulasi, dan metode
pengajaran lainnya.
2.
Latihan laboratorium ( seseorang belajar
menjadi lebih sensitiv terhadap orang lain, lingkungan, dsb).
3.
Pengembangan organisasi mengutamakan
tentang perubahan,pertumbuhan dan pengembangan total organisasi).
E. PEMBERIAN KONPENSASI pada KARYAWAN
Konpensasi adalah pemberian
finansial sebagai balas jasa untuk pekerjaan yang dilaksanakan dan motivator
untuk melaksanakan pekerjaan yang akan
datang. Hal ini adalah masalah yang membingungkan bagi personalia karena
mempengaruhi sudut pandang para karyawan.
Konpensasi sangat penting bagi
karyawan sebagai individu karena upah merupakan suatu ukuran nilai atau karya
mereka di antara para karyawan itu sendiri, kelurga, dan masyarakat. Tingkat
pendapatan absolut karyawan akan menentukan skala kehidupannya, dan pendapatan
relatif mereka menunjukkan status, martabat, dan harganya.
Di dalam menentukan konpensasi
manajement perlu memperhatikan prinsip keadilan. Para karyawan biasanya menilai
keadilan pembayaran melalui perbandingan besarnya konpesasi dengan
karyawan-karyawan lainnya. Mereka merasa pendapatan yang mereka terima adil
atau tidak tergantung pada sebagaimana mereka melihat nilai relatifnya
dibanding dengn yang lain. Sebagian besar ketidakpuasan karyawan diakibatkan
adanya perbedaan dalam pembayaran di antara jabatan dan individu.
Pada umumnya karyawan akan menerima
perbedaan-perbedaan pengupahan yang bedasarkan perbedaan tanggung jawab,
kemampuan, pengetahuan, produktivitas, ‘on-job’ atau kegiatan-kegiatan manajer.
Sedangkan perbedaan-perbedaan yang berdasarkan ras, kelompo etnis, dan jenis
kelamin, dilarang oleh hukumdan kebijaksanaan umum.
a.
Penentuan
Kompensasi
Kebijaksanaan-kebijaksanaan dan
praktek-praktek manajemen ditentukan oleh interaksi dari 3 faktor, yaitu:
1.
Kesediaan membayar upah secara adil
adalah pernyataan yang tidak berlebihan bagi para manajer. Karena itu manajer
berharap bahwa karyawan bekerja sesuai upah yang mereka terima. Manajer juga
hrus memotivasi bawahannya agar upah yang lebih dapat mereka terima).
2.
Kemampuan membayar ( dalam jangka waktu
panjang realisasi pemberian konpensasi tergantung pada kemampuan finansial dari
perusahaan. Faktor penurunan produktivitas karyawan dan inflasi akan
mempengaruhi pendapatan nyata karyawan.
3.
Persyaratan-persyaratan pembayaran (
dalam jangka pendek, penggajian sangat tergantung pada tekanan eksternal,
contohnya pemerintah, orgnisasi karyawan, kondisi permintaan dan penawaran SDM
dan pesaing).
b.
Bentuk-bentuk
Pembayaran
Banyak
karyawan dibayar (dalam kas) pada setiap akhir hari kerja berdasarkan jumlah
jam kerja. Di lain pihak, banyak juga yang dibayar berdasarkan jam kerja yang
diterima pada akhir minggu.
Bentuk pembayaran ini disebut upah harian.
Para karyawan dibayar dengan bentuk gaji tetap setiap minggu, bulan, dan tahun.
Disamping itu, bentuk upah insentif (seperti bonus dan komisi) banyak dipakai
pada karyawan bagian produksi dan penjualan. Banyak perusahaan juga mempunyai
rencana pembagian laba (fropit sharing plan), di mana karyawan menerima
sejumlah prosentase dari laba perusahaan sebagai pendapatan extra.
c.
Pemeliharaan
Kesehatan dan Keamanan
Bidang manajemen yang semakin penting
adalah pemeliharaan kesehatan dan keamanan karyawan. Perusahan memperhatikan
hal ini untuk memberikan kepada karyawan, kondisi kerja yang lebih sehat dan
lebih aman serta menjadi lebih bertanggung jawab atas kegiatan-kegiatan tersebut,
terutama bagi perusahaan-perusahaan yang mengalami tingkat kecelakaan yang
tinggi. Program ini dapat dilakukan antara lain dengan penyediaan dokter dan
klinik kesehatan perusahaan, pengaturan tempat kerja yang sehat dan aman,
pelaksanaan kegiatan-kegiatan pencegahan, ataupun penyediaan alat-alat
pengamanan
BAB
II
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Penyusunan personalia adalah
fungsi manajemen yang berkenaan dengan penarikan, penempatan, pemberian
latihan, dan pengembangan anggota-anggota organisasi. Kegiatan personalia sanga
erat hubungannya dengan tugas-tugas kepemimpinan, motivasi, dan komunikasi,
sehingga pembahasannya sering ditempatkan sebagai bagian dari fungsi
pengarahan.
Sumber daya terpenting suatu
organisasi adalah sumber daya manusia yaitu orang yang memberikan tenaga,
bakat, kreativitas dan usaha mereka kepada organisasi tanpa orang-orang yang
cakap, organisasi dan manajemen akan gagal mencapai tujuannya. Bagaimana
manajer melaksanakan fungsi penyusunan personalia ( staffing) secara efektif
akan menentukan sukses atau kegagalan mereka sebagai manajer.
B. SARAN
Penyusunan personalia, para
manajer harus benar-benar memperhatikan bagaimana latar belakang pribadi, bakat
dan minat, sikap dan kebutuhan, kemampuan (skill), dan kesehatan dari setiap
calon ataupun yang sudah menjadi bagian dari personalia.
DAFTAR
PUSTAKA
Handoko,Hani.
2003. Manajemen. Yogyakarta :
BPFE-Yogyakarta.
Rivai,Veithzal.
2013. Manajemen Sumber Daya Manusia untuk
Perusahaan. Jakarta : PT. RajaGrafindo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar